Jose Mourinho Berhasil Ke Tottenham, Akhirnya Mantan Pelatih Mauricio Pochettino Buka Suara

Berita terbaru datang dari pria berusia 47 tahun, Mauricio Pochettino dimana akhirnya untuk pertama kalinya ia buka suara usai dipecat dari kursi manajer Tottenham dan akhirnya digantikan oleh pria yang usianya lebih tua yaitu 56 tahun, Jose Mourinho pada pekan lalu.

Seperti yang diketahui banyak pergumulan sebelum Jose Mourinho akhirnya menjadi pelatih Tottenham. Kalau kita bisa flashback karir Jose Mourinho sudah di incar klub ternama karena dirinya dikenal sebagai pelatih dengan kepribadian yang kuat dan mampu menanamkan mental juara di setiap tim yang ditanganinya. Meski strateginya acapkali dikritik karena memainkan sepak bola negatif, dia adalah jaminan prestasi yang sahih. Tidak jarang Mourinho disebut ” pelatih spesialis piala ” dengan keberhasilannya merebut empat trofi domestik di empat negara yang berbeda.

Namun kali ini kami akan membahas suara dari mantan pelatih Tottenham dimana kiprah Pochettino bersama Spurs sejatinya cukup impresif. Pria Argentina itu mengantar The Lilywhites selalu finis di empat besar Premier League dalam empat musim terakhir.

Tak hanya itu, musim lalu Pochettino juga sukses membawa Tottenham melaju hingga partai final Liga Champions meski kemudian hasil yang di peroleh harus gagal menjadi juara karena dikalahkan klub yang saat ini sedang menjadi trending topic yaitu Liverpool.

Ucapan Terima Kasih Pochettino

Setelah sempat bungkam selepas kehilangan pekerjaannya di Spurs, banyak media sudah menunggu dirinya buka suara sampai akhirnya Pochettino merilis pernyataan resminya lewat Asosiasi Manajer Liga. Dalam pernyataannya, Pochettino sekaligus mengucapkan salam perpisahan karena ia belum mengucapkan itu untuk terakhir kalinya bagi Spurs. Berikut ini suara yang keluar dari pria yang juga sudah mempunyai dua orang anak itu.

“Saya ingin berterima kasih kepada Joe Lewis dan Danie Levy karena telah memberikan saya kesempatan untuk menjadi bagian dari sejarah Tottenham Hotspur,” ujar Pochettino.

“Saya ingin berterima kasih kepada semua orang yang saya temui di Tottenham, semua staf klub dan para pesepakbola dalam lima setengah tahun,” tambahnya.

“Terakhir, saya ingin memberikan ucapan spesial untuk fans yang membuat klub ini menjadi sangat hebat dengan dukungan fantastis mereka,” tukasnya.

Harapan Pochettino

Informasi lebih lanjut lagi kabarnya Pochettino juga menyatakan bahwa dirinya sudah berusaha memberikan kemampuan terbaiknya bagi Spurs. Tak lupa, ia juga mengutarakan harapannya bagi Tottenham di masa depan dimana saat ini Jose Mourinho lah yang terpilih untuk menempati kursi kepelatihan Tottenham.

“Saya sudah memberikan yang terbaik dari saya untuk mencapai tujuan yang diminta dari saya dalam pertemuan pertama kami. Ada tantangan yang sama sulitnya dengan keberhasilan yang menyenangkan,” tutur Pochettino.

“Saya mendoakan yang terbaik bagi Spurs di masa depan, saya yakin kita akan kembali bertemu,” tutupnya.

Leonardo Bonucci Tegaskan Masalah Soal Cristiano Ronaldo Sudah Selesai

Berita kali ini datang dari bek andalan Juventus yang sudah berusia 32 tahun, Leonardo Bonucci dimana dirinya baru-baru ini menegaskan bahwa masalah sang mega bintang  Cristiano Ronaldo di skuad Bianconeri sudah selesai. Dan tidak perlu ada yang di bahas atau di permasalahkan kembali.

Seperti yang di ketahui sebelumnya, mega bintang yang sudah berusia 34 tahun, Ronaldo harus terpaksa ditarik keluar oleh sang pelatih Maurizio Sarri dalam dua laga beruntun, yakni saat melawan Lokomotiv Moscow pada tanggal 7 November 2019 dan AC Milan pada tanggal 11 November 2019. Dimana sang pelatih Sarri menyebut jika Ronaldo masih mengalami masalah pada lututnya. Untuk itu dia di tarik keluar lapangan.

Namun keputusan Sarri untuk menarik keluar Ronaldo dalam laga kontra Milan tak disambut baik oleh sang pemain. CR7 kemudian diketahui sudah meninggalkan stadion sebelum laga berakhir. Bisa di katakan itu adalah bentuk rasa kesalnya karena dirinya tidak ingin ditarik keluar dan masih ingin memberikan performa terbaiknya untuk Juventus.

Dan setelah itu, Ronaldo justru memberikan penampilan yang menggila ketika memperkuat Portugal di Kualifikasi EURO 2020 dengan mencetak sebanyak empat gol dari dua pertandingan.

Usai tak masuk skuad untuk laga kontra Atalanta, Ronaldo akhirnya kembali bermain penuh kala Juventus mengalahkan Atletico Madrid, yang di laksanakan pada hari Rabu tanggal 27 November 2019 dini hari WIB kemarin.

Penegasan Bonucci

Kemarahan Ronaldo kabarnya sempat membuat para pemain lain tak senang. Bagi pemain lain sikap Ronaldo seperti anak kecil padahal niat sang pelatih baik. Salah satunya Bonucci namun kini Bonucci menegaskan bahwa tak ada lagi masalah dengan CR7 dan tidak ada yang perlu di ungkit-ungkit lagi. Berikut ini ujar jelasnya Bonucci terkait hal tersebut.

“Semua sudah diklarifikasi dengan Ronaldo, kami sudah membicarakannya. Yang penting adalah ketika seseorang tak berada dalam performa terbaik, ada seseorang lainnya yang siap menggantikan dia,” ujar Bonucci seperti dikutip Goal International.

“Kami memiliki lebih dari satu pemain yang sudah membuktikan dirinya berada di level teratas. Kami adalah sebuah tim, kami harus kompetitif hingga akhir. Ambisi kami adalah untuk berada di puncak pada musim semi [penghujung musim],” tambahnya.

Pujian Untuk De Ligt

Selain itu, kabarnya Bonucci juga memberikan pujian setinggi langit bagi rekannya di lini belakang Juventus, yang mempunyai catatan berkarir sebagai pemain sepak bola profesional asal Belanda yang bermain sebagai bek tengah untuk klub Ajax dan juga tim nasional Belanda, yaitu Matthijs de Ligt yang kini menjadi pilihan utama menyusul cederanya pemain berkebangsaan Italia Giorgio Chiellini. Berikut ini suara pujian Bonucci untuk pemain yang baru berusia 20 tahun ini.

“Setiap hari Anda melihat perkembangan dan kualitas dari seorang pemain darinya,” puji Bonucci kepada De Ligt.

“Dia pemuda yang sangat rendah hati dan masih bisa berkembang dan dengan kualitas yang dimilikinya, dia pasti akan menjadi salah satu pemain terbaik di dunia,” tegasnya.

Jurgen Klopp Yakin Liverpool Tidak Akan Terkalahkan! Mungkin Sekali Kalah Musim Lalu, Namun Musim Ini Yakin Menang

Berita terbaru datang dari Liverpool dimana klub ini diyakini jauh lebih siap dan memang sudah terbukti aksinya belakangan ini bisa meraih gelar juara Premier League sekaligus berhasil menutup semusim penuh tanpa kekalahan. Melihat perkembangan The Reds saat ini dan juga dari musim lalu, rasanya tidak terkalahkan bukanlah hal mustahil. Bahkan yang menjadi lawan takutnya yaitu Man City sudah di susul oleh Liverpool.

Menurut informasi pandangan di atas disampaikan oleh analis Premier League, Jermaine Pennant. Dimana tim asuhan pelatih yang sudah berusia 52 tahun, Jurgen Klopp ini memulai musim 2019/20 bisa di katakan berhasil dan dengan sangat baik, dan Liverpool belum pernah merasakan kekalahan dari 13 pertandingan Premier League. Sungguh luar biasa perkembangannya para fans pun tidak bisa menutupi rasa kagumnya.

Liverpool saat ini boleh angkat kepala karena posisinya sedang duduk nyaman di puncak klasemen sementara, unggul 9 poin dari saingannya yaitu Manchester City. Artinya, jika laju apik ini bisa dipertahankan sampai bulan Desember 2019, Liverpool bisa jadi bakal melaju kencang sampai akhir musim. Banyak para fans mengharapkan hal tersebut bisa dipertahankan oleh Liverpool bisa tetap konsisten agar saingannya Man City tidak mudah masuk menyelip Liverpool.

Nah sang analis Premier League Pennant mencoba untuk membandingkan laju Liverpool musim ini dengan musim lalu. Yuk kita cari tau informasi lebih lengkapnya di bawah ini ya, Bolaneters!

Lebih Pantas

Tercatat pada musim lalu, Liverpool bisa di katakan nyaris mewujudkan mimpi mereka. Dimana Klopp berhasil membawa timnya meraih 97 poin di Premier League, dan tercatat hanya baru menelan satu kekalahan sepanjang musim saja.

Namun ternyata Liverpool belajar dari kesalahan dan kekurang yang memang belum bisa di wujudkan. Dan juga Pennant menilai pemain berkebangsaan Senegal Sadio Mane dirinya adalah pemain terbaik Liverpool musim ini.

Bahkan kabarnya torehan nyaris ajaib itu ternyata belum cukup, masih ada Man City yang lebih kuat. Sampai kapanpun Man City adalah saingan sejati Liverpool. Namun, Pennant yakin musim ini Liverpool bakal lebih baik, bahkan mungkin tidak terkalahkan semusim penuh. Begitu yakin dan percayanya ia akan kualitas Liverpool saat ini. Berikut ini ujar darinya.

“Bagi Liverpool, hanya kalah satu kali musim lalu dan gagal menjuarai liga, itu belum pernah terjadi dan tidak akan pernah diulangi lagi,” kata Pennant kepada 888 Sport.

“Musim ini mereka lebih siap dan punya pengalaman lebih berada di situasi itu, yang terbukti sampai saat ini.”

Tidak Terkalahkan

Dan pada intinya, Pennant yakin Liverpool yang sekarang bakal membuat keajaiban lebih. Dan akan membuat para fans yakin dan juga bangga akan kinerja para pemain dan juga sang pelatih. Jika memang musim lalu saja mereka hanya satu kali kalah, seharusnya sangat mungkin The Reds tidak terkalahkan musim ini. Jika hal tersebut menjadi nyata Liverpool akan tampil lebih sadis lagi.

Kekalahan Liverpool di The Etihad menjadi satu-satunya kekalahan mereka di Liga Inggris pada musim 2018/19. Klub asal Merseyside itu menyelesaikan musim lalu dengan menempati posisi kedua papan klasemen, dan hanya terpaut satu poin dari Manchester City dalam perburuan gelar. Simak berikut ini komentar terakhir Pennant terkait hal tersebut.

“Mereka bisa mencetak gol-gol telat, sedangkan musim lalu mereka sudah puas dengan hasil imbang. Mereka belajar dari pengalaman di masa lalu,” imbuh Pennant.

“Mereka lebih siap melaju tak terkalahkan musim ini dan memiliki semua modal fundamental untuk melaju lebih baik dari musim lalu,” tutupnya.

Pelatih Anyar Jose Mourinho Buat Pemain Juventus Leonardo Bonucci Takut Untuk Bertemu Klubnya

Berita terbaru datang dari bek andalan Juventus yang sudah berusia 32 tahun, Leonardo Bonucci dimana dirinya mempunyai harapan akan timnya bisa menghindari pertemuan dengan Tottenham di babak knock-out Liga Champions 2019-20 nanti karena akan bertemu dengan pelatih anyar. Dulu ia tidak seperti ini namun semenjak keberadaan Jose Mourinho rasanya ia menciut.

Bek Juventus Leonardo Bonucci mengatakan dirinya ingin menghindari Tottenham dalam babak gugur Liga Champions karena faktor Jose Mourinho.

Juventus sudah dipastikan lolos ke babak 16 besar dengan status juara Grup D usai mengalahkan Atletico Madrid dengan perolehan skor 1-0, yang sudah di laksanakan pada hari Rabu tanggal 27 November 2019 dini hari WIB tepatnya dua hari yang lalu.

Sementara itu, untuk klub dibawah arahan pelatih anyar yang mempunyai catatan dirinya dikenal sebagai pelatih dengan kepribadian yang kuat dan mampu menanamkan mental juara di setiap tim yang ditanganinya. Meski strateginya acapkali dikritik karena memainkan sepak bola negatif, dia adalah jaminan prestasi yang sahih. Tidak jarang Mourinho disebut ” pelatih spesialis piala ” dengan keberhasilannya merebut empat trofi domestik di empat negara yang berbeda. Kabarnya Tottenham bakal melaju ke fase knock-out dengan status sebagai runner-up Grup B di bawah Bayern Munchen. Dan untuk dua klub yaitu Juventus dan Spurs pun berpeluang bentrok di babak 16 besar.

Yuk kita simak informasi lebih lengkapnya berikut ini Bolaneters.

Ketakutan Bonucci

Semenjak keputusan di buat dengan kehadiran sosok pelatih yang sudah berusia 56 tahun, Mourinho yang menggantikan posisi Mauricio Pochettino di kursi manajer Spurs ternyata membuat Bonucci merasakan ketakutan dan sampai engga dirinya bertemu dengan pelatih Tottenham itu. Berikut ini ujar dari pemain yang mempunyai catatan pemain diposisikan sebagai bek ( defender ) asal Italia. Ia juga merupakan pemain tim nasional sepak bola Italia. Ia pernah bermain sebagai bek bersama Inter Milan, Bari, Juventus, dan saat ini bermain bersama AC Milan dan juga menjabat sebagai Kapten dari tim tersebut.

“Saya ingin menghindari Tottenham. Dengan kedatangan Mourinho, di beberapa laga dia bisa memberikan sesuatu yang ekstra. Namun Februari dan Maret masih lama,” ujar Bonucci seperti dikutip Goal International.

“Dalam laga knock-out, tanpa ingin meremehkan Pochettino, Mourinho tahu bagaimana caranya mengeluarkan sesuatu yang lebih dari para pemainnya,” imbuh Bonucci.

Ambisi Bonucci

Adapun semangat yang di tunjukkan Bonucci dimana dirinya yakin punya hasrat dengan menegaskan bahwa Juventus sangat berambisi mengangkat trofi Liga Champions pada musim ini, setelah mengalami kegagalan dalam dua kesempatan sebelumnya. Tentu saja para pemain Juventus termasuk Bonucci harus yakin dengan kemenangan klubnya tetapi terlihat jika dirinya begitu takut dengan pelatih anyar Tottenham. Berikut ini ujar lebih jelasnya.

“Saya memikirkan tim saya, kami ingin menunjukkan penampilan terbaik kami untuk melaju hingga babak terakhir di setiap kompetisi dan mengangkat trofi,” tutur Bonucci.

“Sejauh ini kami menjalani musim dengan bagus, kami meraih target kecil yang membuat kami bisa mendapat undian yang lebih mudah, tapi sekarang kami harus kembali memikirkan liga,” tukasnya.

Arsenal Akan Mencoba Segala Cara Apapun Itu, Untuk Datangkan James Rodriguez!

Berita terbaru datang dari klub yang saat ini cukup menjadi sorotan media sepak bola yaitu Arsenal yang dikabarkan bakal berusaha keras bagaimanapun caranya untuk mendapatkan pemain berusia 28 tahun, yaitu James Rodriguez dari Real Madrid pada bursa transfer Januari 2020 mendatang. The Gunners merasa percaya diri dan yakin bisa membawanya ke Arsenal karena dilihat situasi sulit yang saat ini sedang di alami oleh James di Santiago Bernabeu.

Tim asuhan pelatih yang sedang menuai kontroversi ini, Unai Emery saat ini masih tenggalam dalam masalah yang sama. Arsenal bermain tanpa taktik yang jelas, dan dengan keputusan yang tidak masuk akal dari sang pelatih. Formasi yang dimainkan pun terus berubah-ubah, juga sejumlah keputusan yang di keluarkan oleh Emery begitu aneh.

Adapun kabar yang semakin menguat dimana rumor pemecatan Emery sudah seperti di ujung tanduk pada beberapa pekan terakhir. Mantan pelatih Sevilla ini jelas saja wajib mempersembahkan sejumlah permainan apik dan juga yang pasti kemenangan sebelum akhir tahun ini, sesegera mungkin, jika ingin mempertahankan posisinya. Dan jika tidak ingin jabatan dirinya yang menjadi pelatih di cabut dengan mudah oleh pihak Arsenal.

Sebab itu, Emery disebut sudah merencanakan dan juga sudah memandang target transfer berikutnya untuk memperkuat tim dan menurutnya bisa menyelamatkan skuad. Yuk  baca informasi lebih lengkapnya di bawah ini ya, Bolaneters!

Butuh Kreativitas

Banyak yang menilai ada beberapa hal yang menyebabkan Arsenal menurun saat ini yaitu satu hal yang hilang saat ini adalah kreativitas. Emery jelas membutuhkan pemain di posisi sebagai gelandang dengan kreatif yang tinggi, ada pemain tersebut namun Emery enggan memainkannya yaitu pemain berkebangsaan Turki Mesut Ozil yang menurutnya  ia tidak sesuai dengan kriterianya.

Alhasil, menurut El Desmarque, Arsenal siap mengerahkan sumber daya terbaik mereka untuk coba mendatangkan pemain James Rodriguez yang mempunyai catatan berkarir dimana dirinya diakui sebagai salah satu pemain muda terbaik di dunia. Ketrampilannya sebagai playmaker telah membuat banyak orang yang menganggapnya sebagai penerus dari ikon legenda Kolombia Carlos Valderrama sehingga dia disebut sebagai ‘El Nuevo Pibe’ (‘anak baru’ dalam referensi untuk menjadi penerus dari Carlos yang dijuluki ‘El Pibe’). Dribbling-nya, kecepatan, kontrol bola, dan tembakan kuat telah dibandingkan dengan Cristiano Ronaldo. Ia juga dijuluki sangat sering sebagai ‘El bandido’. Bakatnya diakui sebagai bakat yang fenomenal dan diakui di antara para ahli sepak bola sebagai salah satu talenta paling menjanjikan masa depan di dunia. Gelandang Real Madrid ini dinilai sudah sesuai dengan kriteria Emery. Dan menurutnya dia lah yang di butuhkan ada ditengah-tengah tim.

Dann kabarnya, Arsenal siap menyodorkan 35 juta poundsterling untuk mendapatkan pemain 28 tahun ini. Emery terlihat begitu percaya diri, dia yakin James memang tertarik bermain untuk The Gunners. Semoga saja percaya diri dan keyakinan Emery bisa segera dibuktikan ya.

Sikap Madrid

Bagaimanapun, sudah jelas Arsenal tidak akan mendapatkan James dengan mudah. Masih menurut laporan yang sama, presiden Real Madrid, Florentino Perez, disebut tidak semena-mena begitu saja mengeluarkan dana namun ia mematok harga sebesar 42 juta pounds saja untuk James.

Dan selain harga, Madrid tidak punya alasan lain mempertahankan James. Karena kabarnya sang pelatih Madrid Zinedine Zidane tidak terlalu menyukainya, meski tetap mau memainkan James jika ada kesempatan. Namun jika memang James ingin dibeli ya tidak masalah baginya asal harganya sudah cocok.

Sejauh ini, James tercatat baru bermain pada tujuh pertandingan La Liga dengan satu gol dan satu assist. Momentumnya terhenti karena cedera yang dialaminya, dan itulah ternyata yang menjadi salah satu pertimbangan sang pelatih Zidane lainnya.